PENGARUH LATIHAN TERHADAP HIPERTROFI OTOT

Di Susun Oleh :

Satriyo Pamungkas                 1060 3141 043

PROGRAM STUDI ILMU KEOLAHRAGAAN

FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

2012

BAB  I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

“Latihan merupakan gerakan dan kegiatan fisik yang melibatkan penggunaan kelompok otot besar, seperti latihan kalistenik, jogging, berenang, dan berlari” (Kent dalam Soni, 2008: 72). “Latihan olahraga merupakan salah satu modulator fungsi biologis yang bersifat ganda, yakni dapat menimbulkan pengaruh positif (meningkatkan dan memperbaiki), maupun pengaruh negatif (menurunkan dan merusak)” (Harjanto dan Santoso dalam Bawono, 2008: 102). Menurut Sugiarto, “Latihan olahraga yang dilakukan secara baik, teratur, progesif, dan tepat dosis akan menyebabkan peningkatan sistem adaptasi tubuh” (Bawono, 2008: 103).

Latihan merupakan salah satu tekanan ekstrim yang diterima oleh tubuh. Adaptasi fisiologis merupakan bentuk reaksi yang terjadi dalam tubuh untuk mempertahankan homeostatis tubuh saat menghadapi tekanan latihan olahraga. Ada empat bentuk adaptasi yang nampak dalam mempertahankan proses homeostatis tubuh, meliputi adaptasi neuromuscular, adaptasi metabolisme, adaptasi kardiorespiratori, dan adaptasi otot skelet. Selain empat bentuk adaptasi tersebut, kelelahan otot merupakan salah bentuk mempertahankan homeostatis tubuh (Roger, 2009: 24).

“Salah satu bentuk adaptasi otot skelet pada latihan olahraga adalah terjadinya proses hipertropi” (Fox dalam Pardjiono, 2008: 114). Menurut Guyton dan Hall, (Pardjiono, 2008: 114).[….]

Download Full Here

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s