ADAPTASI LATIHAN PADA KOMPONEN BIOMOTOR

Normal
0

false
false
false

IN
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

Latihan beban merupakan latihan yang efektif untuk meningkatkan kemampuan fisik (biomotor) seperti, kekuatan, daya tahan otot, daya ledak dan kecepatan. Untuk mencapai tujuan dari masing-masing komponen biomotor tersebut  tersebut berat beban, jumlah ulangan dan irama latihan berbeda-beda. Menurut Baechle & Groves (1997: 192); Bompa (1994: 78) untuk melatih kekuatan dengan beban berat (80% atau lebih), dengan jumlah ulangan 1-8 kali, untuk melatih kecepatan dan daya ledak dengan beban sedang (70%), dengan jumlah ulangan 8-12 kali, dan untuk melatih daya tahan otot dengan beban ringan kurang dari 70%), dengan jumlah ulangan 12-20 kali.

Sistem beban konstan merupakan sistem latihan beban yang dapat dilakukan antara 3-5 set, dengan intensitas beban sama berat untuk tiap-tiap set. Sedangkan sistem piramida merupakan sistem latihan beban antara 3-5 set, dengan intensitas beban meningkat secara progresif untuk tiap-tiap set (Baechle & Groves, 1997: 195).

Dalam penelitian ini latihan sistem beban konstan menggunakan intensitas sedang, (70% dari 10RM)) dengan beban tetap untuk set ke-1, set ke-2 maupun set ke-3 dan dengan repetisi yang sama untuk tiap setnya, yaitu 10 kali. Ditinjau dari aspek pembebanan latihan dengan intensitas sedang dominant untuk mengembangkan kecepatan dan daya ledak.

Sedangkan latihan dengan sistem piramida intensitas latihan untuk tiap setnya berbeda-beda. Pada set ke-1 dengan intensitas ringan (60% dari 10RM) dan dengan repetisi 12 kali, pada set ke-2 dengan intensitas sedang (70% dari 10RM) dan dengan repetisi 10 kali, dan pada set ke-3 dengan intensitas berat (80% dari 10 RM) dan dengan repetisi 8 kali. Ditinjau dari aspek pembebanan latihan beban dengan sistem piramida ini, pada set ke-1 dominant untuk mengembangkan daya tahan otot, pada set ke-2 dominant untuk mengembangkan daya ledak dan kecepatan, sedangkan pada set ke-3 dominant mengembangkan kekuatan otot.

Ditinjau dari aspek fisiologis, latihan dengan intensitas yang semakin meningkat, seperti latihan dengan beban piramida,  mempunyai keuntungan terhadap optimalisasi sistem kontraksi otot. Latihan dengan intensitas ringan pada set pertama belum melibatkan seluruh serabut otot untuk bekerja, selanjutnya beban sedang pada set ke-2, otot yang terlibat lebih banyak dari set ke-1, dan selanjutnya beban berat pada set  ke-3, otot yang terlibat semakin banyak dari pada set ke-1 dan set ke-2  (Baechle & Groves, 1997: 190). Lebih lanjut dinyatakan Baechle & Groves bahwa beban yang lebih berat secara progresif dari set ke set akan memberi rangsangan bagi peningkatan beban.

Latihan beban sistem piramida pada set ke-3 menggunakan beban berat. Latihan dengan intensitas berat mempunyai kecenderungan untuk menghasilkan kontraksi otot lebih maksimal, karena itu intensitas latihan yang mendekati kemampuan maksimal akan lebih memberi rangsangan terhadap peningkatan kekuatan. Otot-otot yang kuat, dapat membawa beban kerja lebih besar dan tidak mudah mengalami kelelahan seiring dengan semakin bertambahnya masa latihan. Menurut Coker (1978: 3) bahwa latihan beban menghasilkan hiperthropi otot. Peningkatan ukuran otot dan jumlah kapiler menguntungkan terhadap peningkatan kekuatan, sehingga kontraksi otot lebih kuat dan selanjutnya bisa mempunyai efek terhadap peningkatan daya ledak (power).

Sementara itu latihan dengan sistem beban konstan otot yang terlibat untuk mengangkat beban pada set ke-1, set ke-2 maupun set ke-3 relatif sama, karena beban yang diangkat sama beratnya. Beban yang demikian kurang merangsang keterlibatan seluruh otot untuk bekerja. Menurut Baechle & Groves, (1997: 195) latihan dengan beban konstan, penyelesaian gerak pada set ke 1 mudah dilakukan, dan set ke-2 dan ke-3 biasanya lebih sukar, karena belum semua otot yang bekerja pada set pertama sudah pulih dari kelelahan

Dari uraian tersebut di atas menunjukkan bahwa latihan dengan sistem beban konstan secara fisiologis intensitas tersebut tidak sampai mendekati kekuatan maksimum otot, sehingga kurang mampu merangsang kerja seluruh serabut otot yang ada. Selain itu intensitas pada sistem beban konstan tidak bervariatif (tetap), yaitu pada intensitas sedang, yang dominant terhadap peningkatan daya ledak dan kecepatan.

Sedangkan pada sistem piramida dengan intensitas yang meningkat secara progresif secara fisiologis beban tersebut mendekati kekuatan otot maksimum, sehingga memungkinkan lebih banyak serabut otot yang bekerja. Jika serabut otot lebih banyak yang bekerja, maka akan semakin banyak pula peningkatan protein kontaktil otot, sehingga kontraksi otot menjadi lebih kuat. Disisi lain latihan beban dengan sistem piramida menggunakan beban yang bervariasi intensitasnya, yakni dimulai beban ringan, kemudian beban sedang dan diakhiri dengan beban berat. Dengan intensitas ringan akan meningkatkan daya tahan otot, dengan intensitas sedang akan meningkatkan daya ledak dan kecepatan dan dengan intensitas berat akan dapat meningkatkan kekuatan otot.

Dengan demikian dapat diasumsikan bahwa latihan beban dengan sistem beban piramida lebih efektif terhadap peningkatan kekuatan otot, daya tahan otot, daya ledak otot, dan kecepatan sprint dari pada latihan dengan sistem beban konstan. Peningkatan unsur-unsur fisik ini dengan sendirinya akan mendukung peningkatan kemampuan teknik, karena aksi dalam teknik tidak akan maksimal tanpa didukung oleh kemampuan fisik yang baik.

 

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s